Kenaikan harga tiket pesawat untuk perjalanan umroh belakangan ini menjadi sorotan di kalangan biro perjalanan dan masyarakat yang berencana berangkat ke Tanah Suci. Sejumlah agen travel mengaku harus melakukan penyesuaian ulang terhadap paket umroh yang sebelumnya sudah dipasarkan kepada calon jamaah sejak jauh hari.
Lonjakan biaya penerbangan disebut terjadi pada beberapa maskapai yang melayani rute menuju Arab Saudi. Nilai kenaikannya pun tidak sedikit, berkisar antara Rp.4 juta hingga Rp. 6,5 juta per kursi, tergantung maskapai serta jadwal keberangkatan yang dipilih.
Situasi tersebut membuat banyak penyelenggara perjalanan ibadah umrah menghadapi tantangan baru. Pasalnya, sebagian besar paket perjalanan telah dipromosikan menggunakan harga lama sebelum adanya penyesuaian tarif tiket pesawat. Kondisi ini membuat sejumlah travel harus menghitung ulang biaya operasional agar tidak mengalami kerugian besar.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Zaky Zakaria, mengungkapkan bahwa hampir seluruh pelaku usaha perjalanan umrah saat ini sedang membahas persoalan kenaikan tarif penerbangan tersebut.
Menurutnya, peningkatan harga tiket terjadi di berbagai maskapai dengan nominal yang cukup signifikan. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan travel karena dapat berdampak langsung terhadap harga paket umrah yang ditawarkan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama kenaikan tarif penerbangan adalah meningkatnya harga avtur yang memengaruhi biaya operasional maskapai. Ketika biaya operasional naik, maskapai otomatis melakukan penyesuaian harga tiket, termasuk untuk penerbangan umrah dan haji.
Tak hanya berdampak pada biro perjalanan, kondisi ini juga diperkirakan memengaruhi minat masyarakat untuk menjalankan ibadah umrah. Banyak calon jamaah yang telah menabung dalam waktu lama kini harus menghadapi kemungkinan adanya tambahan biaya keberangkatan.
Beberapa agen travel bahkan mulai melakukan komunikasi ulang dengan calon peserta umrah terkait perubahan harga paket. sebagian di antaranya mencoba mencari solusi agar kenaikan biaya tidak terlalu memberatkan jamaah yang sudah melakukan pendaftaran awal.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah asosiasi penyelenggara haji dan umrah dikabarkan tengah menyiapkan langkah bersama untuk meminta perhatian pemerintah. Mereka berharap ada mediasi antara maskapai penerbangan dan pihak travel agar kebijakan kenaikan tarif dapat dibahas secara lebih seimbang.
Para pelaku industri perjalanan umrah berharap pemerintah dapat membantu menciptakan solusi yang tidak merugikan masyarakat. Stabilitas harga tiket dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis perjalanan ibadah sekaligus memberikan kepastian bagi calon jamaah yang ingin berangkat ke Tanah Suci.
Apabila kenaikan harga terus terjadi tanpa adanya solusi yang jelas, dikhawatirkan biaya perjalanan umrah akan semakin sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat. Karena itu, berbagai pihak berharap adanya komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif antara maskapai, asosiasi travel, dan pemerintah demi menjaga akses ibadah umrah tetap terjangkau.















