Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) meminta perbaikan menyeluruh terhadap instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu. Langkah ini dilakukan setelah ratusan warga mengalami gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan pencemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam pasokan air bersih.
Wakil Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, meminta pengelola menghentikan sementara operasional WTP, menyediakan sumber air bersih alternatif yang memenuhi standar kesehatan, serta melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengolahan dan jaringan distribusi air.
Arahan tersebut disampaikan Pilar saat mengunjungi Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, pada Kamis (15/10). Kunjungan itu juga menjadi bagian dari koordinasi pemerintah daerah bersama perwakilan warga dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk merespons persoalan yang mengancam kesehatan masyarakat.
Hasil Uji Air Ungkap Dugaan Kontaminasi E. coli
Kasus gangguan kesehatan di Serpong Lagoon menjadi perhatian setelah sejumlah warga mengeluhkan gejala muntaber atau muntah dan diare. Dugaan keterkaitan antara keluhan tersebut dan kualitas air bersih mendorong Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan bersama Puskesmas Keranggan melakukan penyelidikan epidemiologi.
Dalam proses pemeriksaan, petugas mengambil tiga sampel air dari titik berbeda untuk dianalisis di laboratorium kesehatan daerah. Sampel tersebut berasal dari reservoir WTP, rumah warga yang menggunakan filter, serta rumah warga tanpa filter.
Berdasarkan hasil pengujian yang disampaikan dalam laporan kasus, ketiga sampel dinyatakan positif mengandung bakteri E. coli. Angka yang tercatat masing-masing sebesar 14 pada reservoir WTP, 660 pada air rumah warga dengan filter, dan 956 pada air rumah warga tanpa filter.
Perbedaan hasil tersebut menjadi perhatian karena sampel air dari beberapa titik distribusi menunjukkan angka kontaminasi yang lebih tinggi dibandingkan sampel reservoir. Namun, interpretasi angka laboratorium tetap perlu mempertimbangkan satuan pengukuran, metode pengujian, dan parameter yang digunakan.
Keberadaan E. coli dalam air yang diperuntukkan bagi konsumsi manusia merupakan indikator penting adanya kemungkinan pencemaran mikrobiologis. Air yang terkontaminasi dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila digunakan untuk minum, menyiapkan makanan, atau keperluan lain yang memungkinkan bakteri masuk ke dalam tubuh.
Meski demikian, hubungan langsung antara hasil pengujian air dan seluruh kasus muntaber perlu dipastikan melalui penyelidikan epidemiologi serta pemeriksaan lanjutan. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan sumber kontaminasi sekaligus mencegah bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan.
Baca juga:
Pemkot Tangsel Instruksikan Perbaikan Menyeluruh
Menanggapi hasil pemeriksaan tersebut, Pilar Saga Ichsan menegaskan bahwa penanganan persoalan air bersih tidak cukup dilakukan melalui perbaikan sementara. Pemerintah kota meminta pengelola mengevaluasi keseluruhan sistem, mulai dari proses pengolahan air hingga jaringan pipa yang menyalurkannya ke rumah warga.
Dinas Cipta Karya dan tata Ruang Kota Tangerang Selatan akan dilibatkan untuk menelusuri kemungkinan gangguan pada instalasi pengolahan maupun sistem distribusi. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mengidentifikasi kemungkinan kebocoran pipa yang dapat menjadi jalur masuknya kontaminan.
Selain evaluasi teknis, pengelola diminta melakukan pembersihan dan desinfeksi instalasi, memastikan proses klorinasi berjalan sesuai ketentuan, serta memeriksa kondisi jaringan perpipaan secara menyeluruh.
Pilar menekankan pentingnya tanggung jawab pengelola dalam menjamin ketersediaan air bersih selama proses perbaikan berlangsung.
Menurutnya warga harus memperoleh pasokan air alternatif yang aman dan memenuhi standar mutu. Sumber air pengganti dapat disiapkan melalui berbagai mekanisme, selama kualitasnya dapat dipastikan dan layak digunakan masyarakat.
Pemerintah kota juga menginginkan perbaikan yang berorientasi pada penyelesaian jangka panjang. Dengan demikian, persoalan serupa tidak hanya ditangani ketika muncul keluhan, tetapi dicegah melalui sistem pengolahan dan distribusi yang memenuhi standar kesehatan.
Pengawasan Air Alternatif dan Evaluasi Sistem Distribusi
Selama penghentian sementara operasional WTP, kualitas air alternatif menjadi salah satu aspek penting yang harus diawasi. Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan akan dilibatkan dalam pengawasan sesuai kewenangan masing-masing.
Pengawasan tersebut diperlukan agar pasokan pengganti tidak menimbulkan persoalan kesehatan baru. Pemeriksaan kualitas air perlu dilakukan secara memadai sebelum air digunakan yang jelas akan membantu proses evaluasi serta mempercepat penentuan langkah perbaikan.
Keterlibatan pemerintah, pengelola, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan penanganan berjalan secara terukur. Hasil pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk mengetahui apakah sumber pencemaran berasal dari proses pengolahan, kondisi reservoir, jaringan perpipaan atau kombinasi beberapa faktor.
Penanganan yang menyeluruh, pengawasan berkelanjutan, dan keterbukaan informasi menjadi kunci agar pasokan air bersih di Perumahan Serpong Lagoon dapat kembali digunakan dengan aman.

Leave a Reply