Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus (72), yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah beberapa hari proses pencarian dilakukan oleh petugas dan otoritas setempat.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh Hasan Afandi, dalam keterangan resminya pada Jumat (22/5). Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami dari PPIH Arab Saudi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Muhammad Firdaus. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan ampunan kepada almarhum serta ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Hasan.
Muhammad Firdaus sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (15/5) setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap di kawasan sektor 9 Makkah. Berdasarkan keterangan keluarga, saat keluar dari hotel, Firdaus tidak membawa kartu identitas, kartu Nusuk, telepon genggam, maupun dokumen lainnya sehingga proses pencarian menjadi lebih sulit.
Keponakan almarhum, Alwihaz Zerra, mengungkapkan bahwa seluruh barang pribadi milik Firdaus tertinggal di kamar hotel. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga dan petugas kesulitan melacak keberadaannya selama beberapa hari terakhir.
“Abah keluar tanpa membawa identitas, kartu Nusuk, maupun handphone. Semua tertinggal di hotel,” ungkapnya.
Dari hasil rekaman kamera pengawas atau CCTV, Firdaus terlihat meninggalkan hotel sekitar pukul 09.04 waktu setempat dengan mengenakan pakaian muslim putih dan sarung. Selama berada di Makkah, ia diketahui menginap di Future Light Hotel kamar 916 bersama rombongan haji dari KBIH Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Pihak keluarga menjelaskan bahwa Firdaus tidak memiliki riwayat penyakit seperti demensia atau amnesia. Namun, keluarg amenduga kondisi almarhum saat itu sedang linglung ketika meninggalkan hotel seorang diri.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan kepada jemaah haji Indonesia, pemerintah memastikan akan menyiapkan pelaksanaan badal haji bagi almarhum. Badal haji tersebut nantinya akan dilakukan oleh petugas haji yang bertugas di Arab Saudi.
Selain menyampaikan belasungkawa, Kementerian Haji dan Umrah RI juga mengingatkan pentingnya kepedulian antar sesama jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Hasan meminta seluruh petugas maupun jemaah agar lebih memperhatikan kondisi para lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurutnya, apabila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebngungan, kelelahan atau terpisah dari rombongan, maka sebaiknya segera diberikan bantuan dan diarahkan ke petugas terdekat.
“Jangan membiarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian antarsesama sangat penting agar risiko jemaah tersesat bisa diminimalkan,” tegas Hasan.
Ia juga mengimbau jemaah yang membutuhkan bantuan agar tidak ragu melapor kepada petugas haji Indonesia yang siaga selama 24 jam di berbagai titik layanan di Makkah dan Madinah.
PPIH Arab Saudi turut menyampaikan apresiasi kepada KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit setempat, petugas pencarian, hingga masyarakat Indonesia yang ikut mendoakan dan membantu proses pencarian Muhammad Firdaus hingga akhirnya ditemukan.














