YumnaMagz.id – Hari Sabtu (15/8/2026) pagi, terjadi Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berkekuatan magnitudo 7,7. Gempa yang berpusat di wilayah laut sebelah utara Pulau Flores tersebut menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di sejumlah wilayah terdampak.
Gempa terjadi sekitar pukul 04:58 WIB, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 07.30 WIB. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, walau pemantauan menunjukkan kondisi yang memungkinkan peringatan tsunami dihentikan.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Dampak gempa terasa cukup luas di Pulau Flores dan korban tersebar di sejumlah kabupaten yang terdampak gempa. Hingga Minggu (16/8/2026), data terbaru yang dilaporkan menunjukkan 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka.
Selain korban jiwa, ribuan warga dilaporkan mengungsi secara mandiri karena khawatir terhadap gempa susulan dan kondisi bangunan yang terdampak. Situasi tersebut membuat proses penanganan darurat masih terus dilakukan oleh pemerintah bersama berbagai unsur terkait.
BMKG menyebut tren aktivitas gempa susulan saat ini belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Hingga Sabtu siang, tercatat sebanyak 235 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 2,5 hingga 6,2.
Pemerintah Bergerak Salurkan Bantuan
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran pemerintah untuk bergerak cepat dalam proses evakuasi, penanganan korban, serta distribusi bantuan. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai lembaga langsung melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak.
Pada 15 Agustus sudah 50 ribu paket sembako dikirimkan menuju Maumere untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.
Kesiapsiagaan, informasi resmi dari BMKG, serta kemampuan masyarakat untuk melakukan evakuasi secara cepat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko ketika bencana kembali terjadi. Gempa di NTT mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia merupakan salah satu wilayah yang memiliki aktivitas gempa yang cukup tinggi.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak, kewaspadaan tetap diperlukan. Informasi mengenai gempa susulan dan potensi tsunami sebaiknya hanya merujuk pada informasi resmi BMKG dan pemerintah, bukan kabar yang belum terverifikasi.
Penulis: Tim Redaksi YumnaMagz













